#TantanganHari3 Gaya Belajar Anak – Baca Buku Lagi Yuk!

Hari ini Bunda coba ngajak kaka baca buku lagi.. buku mengenal huruf hijaiyah (yang di dalamnya ada juga gambar hewan-hewan) & buku Muhammad Teladanku seri ke-1 tentang Kelahiran Rasulullah.

Berdasarkan pengamatan Bunda, kaka belum terlalu tertarik dengan aktivitas baca buku, saat ditunjukin gambar-gambar pun ngga terlalu merhatiin. Liat sekilas lalu lebih milih liat yang lain. 😅 Atau nanti perlu dicoba untuk jenis buku-buku yang lainnya.. 💪

Advertisements

#TantanganHari2 Gaya Belajar Anak – Finding The Lion!

Sejak beberapa hari lalu, Bunda lebih sering mengenalkan beberapa hewan ke kaka Fathan melalui boneka hewan yang ada di rumah, gambar di buku, atau saat kaka liat langsung di lingkungan sekitar. Kucing, Kupu-kupu, Ayam, Singa, Domba, Unta, Harimau, Buaya, Kelinci, Burung, Semut, Gajah, dan lain-lain.

Di antara media yang jadi sarana pembelajaran, kaka Fathan excited banget sama boneka dan saat liat langsung hewan2nya. Fitrahnya setiap bayi memang lebih suka belajar hal yang konkrit ya.. 

Salah satu aktivitas untuk menstimulus gaya belajar kaka Fathan hari ini adalah mencari singa di antara tumpukan hewan dan benda-benda lainnya yang Bunda simpan di tempat tidur. Bunda mengawalinya dengan bertanya.

“Kaka, singa mana ya?”

Kepala kaka langsung menengok ke kanan, ke kiri, lalu balik badan, matanya begitu serius mencari si singa di antara tumpukan benda. Awalnya kaka ambil boneka Unta, tapi kaka ngeh itu bukan singa, akhirnya dilemparlah si unta. Lalu kaka berusaha cari lagi. Dan.. AHA! Akhirnya doi temukan singanya sambil nyengir kegirangan. Matanya berbinar-binar. 

Mungkin kalau udah bisa ngomong kaka bilang “Bunda.. HORE! Ini dia Singanya!” 😍 

Ah.. senangnya liat ekspresi kaka. Alhamdulillah sekarang udah mulai nyambung diajak ngobrol walau belum bisa ngomong. 

#TantanganHari1 Gaya Belajar Anak – Eksplor Balai Kota Bandung

Sejak dapet materi ke-4 di Kuliah Bunda Sayang ini, saya cukup lama berhenti sejenak. Berusaha mengunyah memahami. 

Berhubung kaka Fathan masih 1 tahun dan belum terlihat jelas tipe belajar yang mana yang lebih dominan, maka tugas saya adalah menstimulusnya dan mengamati proses dari kegiatan tersebut.

Sebetulnya setiap hari kaka Fathan belajar, saya pun belajar. Tapi memang tidak selalu intens mengamatinya. Hari ini, saya belajar untuk secara sadar mendampingi dan menjadi observer.


Pagi ini tetiba ayah Andry mengajak kami (saya, kaka & adik utun) untuk hadir di acara silaturahim Itsar di Balai Kota, plus.. itung-itung piknik di tanggal merah katanya! 😁

Tentu saya sangat senang diajak jalan-jalan 😝 Udah lama ngga ke Balkot, belum tau gimana perkembangannya sekarang. Moment ini bisa jadi sarana Kaka Fathan belajar hal baru, karena ini pengalaman pertama kaka ke sana. Dulu terakhir ke sini pas kaka masih di perut Bunda. Silaturahim kami dengan Itsar terakhir pun terhitung cukup lamaaa. 


Kami berangkat pukul 08.00 (kuramg lebih). Tadinya mau beli salah satu makanan terfavoritnya ayah untuk dibekal dan dibagikan di sana, namun ternyata belum ready. Akhirnya kami pilih bekal buah2n aja… kami pun mampir dulu ke sebuah supermarket.

Sepanjang jalan kaka tidur. Kami tiba di balaikota sekitar pukul 09.00. Dan wooow.. penuhnyaaa.. 😍

*bersambung

Aliran Rasa My Family Project

Pada awalnya saya termasuk orang yang bingung bagaimana memulai Family Project? Baru ngebayanginnya aja kayaknya ribet, sulit. Bisa ngga ya #RiandryHometeam bikin Family Project? 

Alhamdulillah setelah ikut #Perak2017 dan mendapat materi tentang hal ini di Kuliah Bunda Sayang, AHA! Ternyata bikin Fampro itu bisa dimulai dari hal sederhana yang bisa atau biasa keluarga kita lakukan. Ternyata setiap aktivitas keluarga jika dimaknai menjadi sebuah projek bisa jadi family project.
Ikut #PERAK2017, pada dasarnya aktivitas biasa, tapi karena dimaknai sebagai projek keluarga, jadilah Fampro “#RiandryHometeam Goes To #PERAK2017”. Menjalani masa kehamilan, pada dasarnya aktivitas biasa. Namun kami maknai jadi projek keluarga, jadilah Fampro “Happy Healthy Bumil Pamil Kakamil”. Main Lego sama Kaka Fathan, pada dasarnya aktivitas biasa namun karena dimaknai sebagai projek, jadilah Fampro “Meruntuhkan Menara Sang Astrounot”. Dan beberapa aktivitas keluarga kami yang lainnya, kini telah kami jadikan projek keluarga, bukan lagi sebagai aktivitas biasa tanpa makna. #eaaa 

Dalam menjalani fampro ini tidak selamanya berhasil. Tapi tujuan setiap fampro memang bukan fokus pada hasil, tapi lebih kepada proses. Hasil hanyalah bonus. Belajar mengapresiasi tim di setiap fampro yang dijalankan.

Sedikit mengutip penjelasan tentang Fampro dari Ibu Septi Peni Wulandani:

Family Project adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama   oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

Jangan terlalu berat memikirkan sebuah family project, mulailah dari aktivitas-aktivitas sehari-hari yang biasa kita kerjakan di rumah, kemudian tambahkan manajemen dan organisasinya, jadilah sebuah family project.

Sehingga rumusnya adalah sebagai berikut:

ACTIVITY + MANAGEMENT AND ORGANIZATION = PROJECT

MANFAAT FAMILY PROJECT

☘Family Project merupakan salah satu sarana pendidikan bagi seluruh anggota keluarga. Saat ini semakin sedikit keluarga yang menerapkan konsep pendidikan di dalam rumahnya, banyak diantara mereka menjadikan rumah sebagai sarana berkumpulnya anggota keluarga saja tanpa adanya aktivitas pendidikan. Sehingga makna berkumpulnya menjadi hambar, sekedar kumpul dan kadang berlalu begitu saja tanpa arti.

☘Family Project juga menjadi salah satu sarana untuk membangun “bonding” di dalam keluarga. Tercipta ikatan batin antar anggota keluarga, sehingga hubungan menjadi semakin indah dan harmonis.

☘Family Project bisa juga digunakan sebagai sarana “Check Temperature” keluarga kita. Apakah hubungan antar anggota keluarga dalam kondisi adem ayrm berada di suhu normal atau sedang ada gesekan-gesekan yang selama ini tidak terlihat, sehingga ada tantangan kecil saja selama menjalankan family project, suhu sudah memanas.

☘Family Project sarana menguatkan core values keluarga. Core Values tidak bisa hanya dituliskan besar-besar di kertas dan di tempel di dinding rumah. Core Values harus diujikan untuk mendapatkan sebuah keyakinan bahwa hal tersebut layak diperjuangkan. Ujian itu lewat family project.

☘Family Project apabila dijalankan denga sungguh-sungguh maka akan menjadi pijakan kita dan keluarga ke surga Apabila keluarga kita memang sedang berjalan menuju surga, maka tidak perlu menunggu sampai di akherat untuk merasakannya, kita bisa merasakannya sekarang saat di dunia bersama keluarga kita.

#TantanganHari10 My Family Project – Kelas Persiapan Persalinan #AmaniBirth

Beberapa waktu lalu, sebuah flyer yang berisikan informasi tentang Kelas Persiapan Persalinan Amani Birth saya terima dari Bundanya Shafiyya & Khadija melalui WA. 

Saya langsung berbinar-binar begitu dapat info ini; forward ke ayah Andry, dengan maksud mengajaknya belajar bersama karena event ini ditujukan untuk pasangan juga. Terlebih hal ini sangat berkaitan erat dengan family project kami “Happy Healthy Bumil Pamil Kakamil”. Salah satu ikhtiar agar lebih siap lahir batin dalam persalinan yang ke-dua ini. 

Awalnya ayah mempertimbangkan antara ikut / tidak karena bertepatan dengan jadwal Dr.Zakir Naik di UPI, kami sempat berencana hadir ke sana, namun karena dapet kabar pendaftarnya overload, jadi kami pilih opsi insyaAllah ikut acara Amani Birth ini. Setelah ayah mengiyakan, saya segera daftar. Lalu saya forward info ini di grup “Sharing With Ummi” karena sempat ada obrolan tentang Amani Birth di grup ini, dan beberapa membernya pun tidak sedikit yang sedang hamil. Jadi, siapa tau ada yang bareng ikut belajar juga di sana. 


Hari H-pun tiba, awalnya kami mau bawa Kaka Fathan ke Galenia (berharap ada Kids Corner) tapi berhubung ngga ada dan bi Usih bersedia dititipi Kaka Fathan, akhirnya jadi cuma Bunda dan Ayah aja yang berangkat. Sekalian pasca acara Amani Birth ini kami berencana ke toko Kacamata, periksa mata Bunda dan ganti kacamata (Fyi, kacamata Bunda yg dulu hancur 😅). 

Kami tiba di Galenia sekitar pukul 09.00. Alhamdulillah acaranya belum mulai 😄 Beberapa menit kemudian kelaspun dibuka dan kami siap belajar!

Sebelum masuk ke materi, kami semua memperkenalkan diri. 

Surprise! Ternyata kelas ini dihadiri juga oleh mbak Dea (doula tersertifikasi Amani Birth), saya pertama kali tau tentang Amani Birth dari grup VBAC Support yang diasuh oleh mbak Dea ini. Tapi belum terlalu tau detailnya seperti apa. Menarik. Filosofi Amani Birth ini hampir sama dengan gentle birth, namun based Al-Quran & Hadits. Foundernya ibu Aisha Hajar, orang Amerika yang menikah dengan orang Arab dan sekarang tinggal di sana. Amani Birth ini sudah tersebar di 23 Negara.

Kelas hari ini adalah kelas perkenalan, ada kelas khusus yang membahas lebih detail tentang Amani Birth ini. Di kelas intro, hanya penjelasan singkat tentang apa itu Amani Birth? Siapa foundernya? Materi-materi apa saja yang dipelajari di sini? dll. Walau hanya intro, tapi saya sangat bersyukur bisa belajar di kelas hari ini. Alhamdulillah saya & pak suami jadi punya perspektif lain tentang persalinan alami, ada beberapa hal yang baru saya & suami tau, seperti tentang delayed cord clamping (dcc) / penundaan pemotongan tali pusar bagi ibu dengan riwayat HepaB. Ternyata boleh! Alhamdulillah. Masih banyak yang belum teredukasi tentang pentingnya dcc ini sekitar 10-15 menit atau seminim-minimnya 1-3 menit, padahal dari WHO juga sudah menganjurkan. Lebih banyak manfaatnya dibandingkan mudharatnya. 

“Menunda pemotongan tali pusar saat bayi lahir dapat meningkatkan zat besi dan Hb pada bayi yang lahir dari Ibu yang menderita anemia.” – WHO/UNICEF (Guidance on Management of the Third Stage of Labor and Timing of Cord Clamping: Are we throwing the baby out with the bath water? Compiled by IYCFC Unit, Nutrition Section, UNICEF HQ August 2003)

Ngga nyangka di kelas ini juga saya silaturahim lagi sama sahabat-sahabat Hujan Safir. Ka Fifi + suami & Teh Nunu (suaminya sedang berhalangan hadir).. kyaa seneeeng bisa belajar bareng lagi, udah lama ngga ketemu ya. 

Mas Putra – Ka Fifi – Teh Nunu – Ria – Ayah Andry

6months – 7months – 8months pregnancy

Bersama mba Dea

Para pembelajar Kelas Intro Persiapan Persalinan Amani Birth

Barangkali ada yang mau ikutan kelas persiapan persalinan Amani Birth chapter Bandung (April – Mei 2017), ini infonya:

Honestly pengen ikutan, tapi Riandry perkiraan lahirannya insyaAllah minggu2 pertama Mei. Mungkin next time ya insyaAllah.. 🙂